Aku ingat pengalaman pertamaku saat aku langkahkan kaki ini memasuki sebuah ruangan. dalam ruangan itu, ku temui wajah-wajah polos yang masih haus akan ilmu, wajah-wajah yang memiliki masa depan yang cemerlang, wajah-wajah yang penuh dengan kenakalan-kenakalan dunia remaja. Ada keraguan dalam jiwa, apakah aku mampu mengantarmu pada sebuah asa yang telah kau rancang, dan kau sebut asa itu sebuah KEBERHASILAN. Tiap hari dan tiap detik aku mencoba memahami mau dan maksud semua tutur kata dan tindakan kalian. Kenakalan, canda tawa, celetuk dan keheninganmu saat kau kurang memahami apa yang ku beri ku tangkap jelas dari sini...dari tempat di mana aku berdiri saat ini.
Bahkan terkadang kalian salah mengartikan akan apa yang ku lakukan. Pribadi-pribadi yang memiliki keinginan untuk dimengerti dan dipahami. Dan, selama 1 tahun aku terus mencoba menikmati hari bersamamu. Pelajaran ini tak akan ku lupa, teman...Pelajaran yang tak 'kan ku dapat di bangku pendidikan. Pelajaran kali ini makin membuatku mengetahui bahwa masing-masing dari kalian adalah pribadi yang unik dan berbeda satu dengan yang lain.
Maaf jika aku membuatmu letih dengan semua tuntutan yang ku beri, maaf jika aku membuatmu kesal/menangis akan semua perkataan dan tindakanku, maaf ketika semua penjelasanku tidak dapat kau terima. Semua ku lakukan demi masa depanmu. Kini sang waktu telah memanggilku 'tuk mengakhiri semua kebersamaan kita.
Terima kasih atas kebersamaan kita dan setiap lelah atau bahkan air mata ini. Aku hanya dapat menggantungkan asa, suatu saat nanti kulihat wajah-wajah ini menghiasi layar televisi atau majalah-majalah karena kesuksesanmu, dan kita akan berpelukan serta menghabiskan sisa senja pertemuan kita di sana.
Sekali lagi terima kasih dan maaf atas semua dan kini biarlah aku untuk boleh menghapus jejak langkah kebersamaan kita selama 1 tahun kemarin. Terima Kasih dan Maaf SAHABAT...dan selamat merajut asamu sendiri dengan semua kemunafikaan yang ada di sekitarmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar